Harapan

Aku ingin bicara padamu sembari meramu dingin di sudut malam, karena kehadiranmu di ujung bangku akan menyalakan api di tengah kabut yang turun lamat-lamat

Aku ingin bicara sembari melihat matamu, seakan di dalamnya seluruh dunia telah termaktub sehingga aku tak perlu lagi berjalan jauh

Aku ingin tenggelam dalam sunyiku tanpa merasa sendirian, karena di ujung meja kau pun tengah sibuk menerjemahkan buku-buku yang tak kuminati. Bersamamu aku ingin menikmati kesendirianku tanpa perlu merasa sepi

Aku ingin merelakan bajuku basah di bawah rintik hujan tanpa khawatir kedinginan, karena kau akan membantuku menghabiskan kekhawatiran-kekhawatiran kecilku yang tak penting

Dan dari semua yang bisa aku harapkan adalah

Aku ingin bicara padamu meski tak memiliki alasan. Meski tiada lagi hal yang bisa dibahasakan…

Re:

Untuk sesuatu yang telah kamu harapkan

Aku ingin berterimakasih atas sapaan hangat sore menjelang malammu, karena dengan antusiasmu yang menyenangkan akan mewarnai langit malam transparan dengan terang.

Aku ingin berterimakasih atas diskusi ramah tentang hari yang penuh keraguan, karena hanya dengan menggenggam tangan kecilmu-pun, kau mengajarkanku untuk selalu bangkit tanpa perlu banyak berkata.

Aku ingin mengerti bahwa aku dan kau tak perlu terus untuk merasa sendiri. Daripada buku yang kunikmati sekalipun, hanya dengan sekali menatap matamu aku merasa lebih baik.

Saat malam kian pekat kau menunjukkan beberapa nama rasi bintang dan berkata “Hey, menurutmu apa yang lebih bersinar dari mereka?” Tapi aku tidak terlalu mengerti. Bagiku kau dan aku adalah manusia yang juga bersinar dalam kegelapan.

Dan dari semua yang ingin kusampaikan adalah

Aku ingin berterimakasih atas kepedulian, tawa, ruang berbagi dan keceriaan yang kamu bagikan tak peduli berapapun jumlahnya. Untuk selalu menjadi yang pertama terhadap hal kecil dalam diriku, meskipun aku banyak melakukan kesalahan

Terimakasih telah mengingatnya dengan cara yang baik. Sangat berarti…

Aisyahgis x Indra Arko

 

2 thoughts on “Harapan

  1. Aku menikmati isinya, kalimat demi kalimatnya. Menyentuh.. sebuah harapan sederhana tapi membahagiakan dan disampaikan dengan apik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *