Suatu Hari Nanti

Verse 1

Aku ingin hidup dengan sederhana. Aku ingin duduk di jendela saat hujan datang dengan buku atau teh hangat ada di tangan.

Aku ingin bangun pagi tanpa terburu-buru pekerjaan, uang dan waktu. Aku ingin berbicara dengan sajak-sajakku karena aku mau, bukan untuk membuktikan satu perihal atau perasaan apapun.

Aku ingin berjalan ke hutan-hutan, gunung-gunung dan kali-kali, tanpa diburu-buru untuk pulang. Aku ingin tinggal di lembah-lembah indah semauku untuk tinggal. Aku ingin berteriak di pinggir danau, lalu mendengar balas suara alam yang tenang.

Aku ingin merekam senja-senja dan pagi-pagi yang indah dengan mataku, lalu melukisnya dengan kata-kata pada buku catatanku.

Aku ingin hidup yang menghidupi.

Suatu hari nanti.

Verse 2

Aku ingin duduk di teras dengan segelas wedang jahe, memandang langit yang awannya berjalan dengan malas.

Aku ingin mengawali malam tanpa terburu-buru untuk terlelap. Aku ingin berbicara tentang kebun kecil dibelakang rumah. Agar masih ada aster untuk kita berkisah.

Aku ingin berbagi udara dengan kucing yang mendengkur ramah. Kita datang untuk tersenyum bersama karena polahnya.

Aku ingin berdoa ketika kantukku mulai tiba. Aku memohon agar dapat melukis ulang dunia ini dengan sederhana.

Aku ingin agar ketika dunia memisahkan hal yang berharga, kita tak akan menyerah. Aku ingin ketika sendiri, tak harus lagi mencari senyumanmu.

Suatu hari nanti

Ketika mimpi telah menjadi kenyataan. Aku ingin berterimakasih atas waktu yang kamu luangkan dengan berharga.

Aisyahgis – @pendakiindonesia (Verse 1) x Indra Arko (Verse 2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *